
Liputan21 - Walt Disney Studios merilis trailer Artemis Fowl pada 2 Maret lalu. Kendati demikian, film yang diangkat dari salah satu novel fantasi terlaris yang disukai remaja dan dewasa tersebut tak disambut hangat penggemarnya.
Artemis Fowl merupakan novel delapan seri karya Eoin Colfer yang bercerita tentang Artemis Fowl II, penjahat super berusia 12 tahun yang amat jenius dan menjadi dalang kriminal pencurian. Ia belakangan menaruh perhatian pada The People, komunitas peri rahasia yang tinggal di bawah permukaan Bumi.
Dalam buku, Artemis benar-benar digambarkan sebagai penjahat amoral dan musuh The People. Lewat petualangan yang dijalani, karakternya secara bertahap berubah dan mulai menunjukkan kelembutan.
Sehingga, alih-alih melakukan kejahatan, Artemis Fowl II kini menjalankan misi mulia untuk menyelamatkan ayahnya sebelum terlambat. Padahal, ia telah dilatih untuk mengikuti jejak Artemis Fowl I yakni menyelamatkan dunia, bukan untuk menambah kekayaan keluarga atau menghasilkan banyak uang.